CHECKLIST OPERASIONAL 2026

Digitalisasi klinik bukan cuma memindahkan formulir ke layar.

Gunakan checklist ini untuk melihat apakah perjalanan pasien dan pekerjaan tim sudah tersambung dari booking sampai laporan. Urutannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan klinik; ini bukan daftar kepatuhan hukum atau medis.

01

Pintu masuk pasien

Pastikan pasien punya jalur jelas untuk melihat layanan, dokter, cabang, jadwal, serta membuat booking tanpa selalu menunggu respons admin.

02

Jadwal, reservasi & antrean

Satukan booking online dan booking manual supaya front office tidak memelihara dua sumber jadwal yang berbeda.

03

Rekam medis elektronik

Pastikan pemeriksaan terdokumentasi dalam RME dengan alur yang relevan untuk klinik umum maupun modul spesialis yang digunakan.

04

Integrasi SATUSEHAT

Pisahkan antara kesiapan RME internal dan proses konfigurasi integrasi. Cek kebutuhan data, kredensial, environment, dan pemetaan sebelum produksi.

05

Pembayaran & refund

Tentukan apakah klinik memakai booking gratis, DP, pelunasan di tempat, pembayaran online, serta aturan reschedule dan refund yang konsisten.

06

Farmasi, inventaris & stok

Hubungkan resep, pengeluaran obat, stok, dan inventaris agar operasional setelah pemeriksaan tidak kembali ke pencatatan terpisah.

07

Tim, hak akses & absensi

Atur siapa boleh melihat atau mengubah data, lalu hubungkan kebutuhan shift, kehadiran, cuti, lembur, dan struktur tim klinik.

08

Laporan, cabang & evaluasi

Setelah alur inti berjalan, ukur kunjungan, transaksi, pasien, stok, dan performa cabang agar keputusan tidak bergantung pada rekap manual.

PRINSIPNYA

Satu kunjungan sebaiknya tidak pecah menjadi banyak pencatatan ulang.

Semakin banyak proses yang berdiri sendiri, semakin besar kebutuhan tim untuk memindahkan informasi secara manual. Prioritaskan integrasi alur berdasarkan masalah klinik yang paling nyata terlebih dahulu.

Mulai dari bottleneck terbesar, bukan dari jumlah fitur.
Pertahankan jalur manual untuk kasus yang memang membutuhkan bantuan tim.
Pastikan hak akses mengikuti peran dan kebutuhan klinik.
Ukur dampak dengan data operasional, bukan sekadar banyaknya modul yang aktif.